Pelatihan Pembentukan dan Pengelolaan Telecenter

Peserta sedang persentase kegiatan

Krens Lotim. Pelatihan Pembentukan dan Pengelolaan Telecenter yang dipusatkan di Jayakarta Hotel Senggigi yang dilaksanakan mulai tanggal 31 november sampai dengan 2 November 2011.   Program Pemberdayaan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (P2M-NTB), sebagai hasil kerjasama Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, UNDP, Qatar Charity dan Pemerintah Daerah NTB, hingga saat ini telah berlangsung selama satu tahun. Selama satu tahun implementasi program tersebut, telah banyak kegiatan yang diupayakan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat desa disertai dengan kemajuan dan progres yang sangat memuaskan. Baca lebih lanjut

Iklan

Sakra Barat di Pecah Jadi 17 Desa

Krens Lotim

M. Isa, S.Ap

Bupati Lombok Timur Drs. H. Sukiman Azmy  terus menggalakkan  pemekaran desa, saat  ini desa di Lombok Timur berjumlah 234 desa masih kurang 16 Desa dari target 250 desa di akhir 2011, program pemekaran desa mendapat sambutan luar biasa  dari semua lapisan masyarakat mengingat manfaatnya yang sangat besar, terbukti sampai sekarang masih banyak proposal pemekaran yang belum ditindaklanjuti.

Salah satu Kecamatan yang paling antusias melakukan pemekaran desa adalah  Kecamatan Sakra Barat dimulai sejak tahun 2009 lalu sampai 24 Oktober 2011 tercatat ada 17 Desa dimana sebelum pemekaran hanya terdapat 5 desa induk yaitu Desa Rensing, Gunung Rajak, Sukarara, Bungtiang dan Pengkelak Mas. dari 5 desa induk ini berkembang jadi 12 desa baru diantaranya desa Persiapan Rensing Timur, Desa Persiapan Pematung, Desa Persiapan Jero Gunung dan Desa Persiapan Rensing Bat merupakan pemekaran dari Desa induk Rensing, Desa Borok Toyang (yang sudah definitif tahun 2010 lalu), Desa Persiapan Gadung Mas dan Desa Persiapan Kembang Are Sampai merupakan Pemekaran dari Desa Induk Pengkelak Mas, Desa Persiapan Gunung Rajak Selatan, Desa Persiapan Mengkuru dan Desa Persiapan Tanak Kaken adalah Desa Pemekaran dari Desa induk Gunung Rajak, Desa Pejaring merupakan pemekaran desa induk Sukarara, Desa Persiapan Boyemare merupakan Desa Pemekaran dari Desa Induk Bungtiang.

Kecamatan Sakra Barat merupakan Kecamatan Baru di Lombok Timur yang diresmikan sekitar tahun 2003 lalu terletak diwilayah bagian selatan lombok Timur 12 km ke arah selatan dari Selong ibukota kabupaten.

Perkembangan jumlah penduduk dan percepatan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat merupakan alasan bagi masyarakat diwilayah Sakra Barat untuk mendukung program pemekaran ini.

Camat Sakra Barat M. Isa, S.Ap mengatakan bahwa Kecamatan Sakra Barat menempati urutan pertama di Lombok Timur yang  paling banyak jumlah desanya yaitu 17 Desa, 6 yang sudah definitif dan 11 desa pemekaran masih sedang dalam proses menuju definitif, sejak 14 Oktober lalu anggota DPRD lotim telah melakukan verifikasi ke desa persiapan ini ” Insyaallah 11 desa ini tidak ada kendala untuk menjadi definitif, sejak 26 oktober lalu telah dilakukan pembahasan Raperda Pembentukan 66 desa di Lotim” ungkap isa

Menurut salah satu sumber menjelaskan bahwa pada tanggal  9 Nopember 2011 mendatang akan dilakukan sidang paripurna untuk disahkan Raperda Pembentukan 66 Desa di Lotim  menjadi Perda

Kedepan, Camat yang baru menjabat 10 bulan ini berharap agar desa persiapan ini bisa berlomba-lomba untuk bisa lebih maju dan mudahan keamanan tetap dijaga meski pilkades akan digelar serempak nantinya.

(nr_dien)

PILKADES DESA KALIJAGA PERIODE 2011-2017

Desa Kalijaga merupakan desa yang tertua yang ada di kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Aikmel. Mengingat hal ini, Dalam perjalanan kurun waktu enam tahun terakhir ada dua kandidat calon yang bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai calon Kepala Desa yaitu Hayyalatain, SH dan Ahmad Rifai, SH, menjadi sorotan dari berbagai media, baik media massa maupun media elektronik.

Menjelang pelaksanaan PILKDES, telah terjadi konflik secara fisik maupun mental dari kedua belah pihak pendukung dalam memperebutkan pengaruh di setiap dusun maupun kampung. Hampir tiap malam terjadi patroli atau ronda malam yang dilaksanakan oleh aparat keamanan dan Lintas masyarakat yang ada di setiap dusun dan kampung untuk menjaga hal-hal yang mungkin terjadi atau yang tidak diinginkan.

“PILKADES” yang telah dilaksanakan di Desa Kalijaga pada hari Senin, tanggal 24 Oktober 2011, sangat semarak sekali. Tumben dalam perjalanan pelaksanaan PILKADES di desa Kalijaga begitu sangat terkenal sampai-sampai memberikan kesan bahwa Kalijaga adalah sebuah desa yang terbuka dalam menerima demokrasi secara total. Hal ini tampak dengan banyaknya orang-orang dari luar Desa Kalijaga yang berani bertaruh dengan sejumlah uang kepada masing-masing calon yang diunggulkan. Dari pelaksanaan kompanye sampai menjelang hari akhir seluruh lapisan masyarakat sangat antusias sekali untuk mendengarkan paparan dan uraian visi dan misi dari kedua calon sehingga tanpa terasa pelaksaan PILKADES tinggal menunggu saatnya tiba.

Pemilihan kepala desa adalah merupakan hal yang sangat luar biasa, mengingat acara tersebut dilaksanakan enam tahun sekali. Sehingga masyarakat yang ada di Desa Kalijaga berduyun-duyun mengikuti acara pelaksanaan demokrasi tersebut. Setelah warga masyarakat selesai mengadakan PILKADES, pada akhirnya tibalah pada saat penghitungan suara diseluruh TPS. (Tempat Pemungutan Suara) yang dilaksanakan pada masing-masing Dusun. Setelah dilaksanakan penghitungan suara yang ada pada masing-masing dusun ternyata kandidatatau calon kepala desa yang mendapatkan perolehan suara terbanyak adalah calon dengan nomor urut 1. atas nama “ HAYYALATAIN, S.H. Sedangkan calon kepala desa yang menempati perolehan suara yang tidak begitu banyak adalah calon kepala desa atas nama Ahmad Rifai, SH. Dengan selisih suara sebesar 38 suara.

Dari hasil survey di TPS, ternyata dari pihak saksi yang ada di TPS yang memegang mandat sebagai saksi dari calon nomor urut 2 yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan tidak puas dengan adanya perolehan suara yang ada di TPS dusun Anyar dan dusun Dasan Bongkot . Hal ini dikarenakan karena pihak panitia dan petugas yang ada di TPS tersebut tidak independen atau netral dalam melaksanakan pemungutan suara dan mensyahkan atau membatalkan hasil pencontrengan kartu suara. Karena dia melihat adanya keganjilan dalam perolehan suara untuk calon nomor urut 1 daqn kartu suara tidak sama dengan jumlah pemilih yanfg ada di kedua dusun tersebut sehingga jumlah perolehan suara untuk calon nomor urut 1 membengkak.

Melihat kenyataan ini, pihak saksi dan pemantau yang ada di desa kalijaga merasakan tidak puas dan mengadukan hal ini kepada aparat pemerintah setempat yaitu di kecamatan Aikmel. Dengan adanya hyal ini, maka pihak kepolisian sektor Akmele kabupaten lombok Timur telah menyita kotak suara yang ada di dusun anyar dan dasan bongkot dan telah dibawa ke kanor polisi sektor Aikmel yang amkpai sekarang masih disegel. Dengan adanya kejadian ini, kondisi desa kalijaga kecamatan aikmel setelah dilaksanaknannya PILKADES menjadi sunyi dan mencekam bagaikan tak berpenghuni. Yang membuat masyarakat desa kalijaga merasa mencekam adalah karena menjaga kondisi keamanan dan supaya tidak terjadinya konflik antara masing-masing pendukung yang akan menggugat hal ini ke pengadilan.

Jika hal ini diajukan ke pengadilan, maka akan terjadi konflik kepentingan baik antara pendukung calon nomor urut 1 dengan calon nomor urut 2. oleh karena itu para pihak keamanan telah mengantisipasi hal ini jauh sebelumnya, bahkan akan terjadi pemilihan ulang untuk kedua dusun tersebut. Akan tetapi moga saja hal ini menjadi pelajaran berharga bagi warga masyarakat desa kalijaga supaya untuk tahun-tahun berikutnya bisa membuka ruang laboratorim demokrasi untuk kegiatan-kegiatan pemilihan kepala desa dan pemilihan calon-calon pemimpin ke depannya dan bisa maju dalam satu ayunan langkah. Semoga….!!!

YK

 

Melihat Perkembangan Mega Proyek Bendungan Pandan Dure

Krens.Lotim

Sore Senin 24 Oktober 2011 sekitar pukul 17.00 wita, saya bersama  panitia

Melihat : Galian terowongan inlet bendungan pandan dure

pembangunan kantor Desa Rensing Bat, Pjs Kepala Desa duduk-duduk di lokasi pembangunan kantor desa setelah bergotong royong menggali pondasi bangunan, banyak hal yang kami obrolkan mulai dari kelanjutan bangunan, hasil tembakau petani, bedungan pandan dure yang akan sangat bermanfaat untuk pertanian khususnya di wilayah Desa Rensing Bat, sekitar 20 menit kami ngobrol asyik, pada saat pembicaraan kami tentang pandan dure, lantas seketika salah satu teman kami bangkit dan mengajak langsung untuk jalan-jalan ke bendungan pandan dure yang berlokasi di desa Swangi kec. Sakra di bagian utara Desa Rensing Bat sekitar 6 km dari tempat kami tinggal.

Baca lebih lanjut

Anggota DPRD Lotim Groudbreaking Pembangunan Kantor Desa

Ceremony : Suasana groundbreaking pembangunan knator desa Rensing Bat (24/10)

Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur H. Abdul Hafiz, S.Sos dari partai Golkar dan Drs Muh. Fadil naim dari Partai Hanura kedunya merupakan Anggota Pansus Pemekaran Desa pada hari Senin, 24 Oktober 2011 melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Pembangunan Kantor Desa Rensing Bat Kec. Sakra Barat Kab. Lombok Timur, bersama sejumlah Tokoh Agama, tokoh masyarakat diantaranya TGH.M.Yusuf Makmun, Ust. H.Zainal Muttaqin, Ust.H.M. Shofiyan Hadi,S.Ag, ust.H.M.Zulfadli, S.Pd.I, Camat Sakra Barat, Kepala Desa, Panitia Pembangunan, Kepala Dusun dan RT serta ratusan masyarakat hadir dalam acara tersebut, meski terik matahari terasa menyengat namun acara berlangsung khidmat.
Baca lebih lanjut

Pansus DPRD Lotim Verifikasi Desa Persiapan

Krens.Lotim
Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran Desa DPRD Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 20 Oktober 2011 lalu melakukan verifikasi terhadap Desa Persiapan Rensing Bat Kec. Sakra Barat, setelah ditunggu selama dua jam oleh Muspika dan masyarakat, empat orang anggota Pansus DPRD Kab. Lombok Timur dari Daerah Pemilihan II hadir sekitar jam 09.40 Wita yakni H. Abdul Hafiz, S.Sos dari Partai Golkar, TGH.Muhanan,Lc dari Partai PKS, Daeng Muhammad Ihsan,SH dari Partai Hanura dan Raden Rahardian Sudjono dari Partai Demokrat. Turunnya anggota Pansus DPRD Lotim ini guna menyerap informasi terkait pemabahasan Raperda Pembentukan 66 Desa Persiapan yang akan disidangkan pada hari Kamis, 27 Oktober 2011 mendatang.
Baca lebih lanjut

HUJAN MULAI TURUN, HARGA TEMBAKAUPUN IKUT TURUN


KM. Krens Lotim. Musim hujan tahun ini sudah terlihat dari beberapa hari yang lalu. Hujan sudah berkali – kali turun sedangkan tembakau para petani masih terlihat dimana – mana.
Akibat turunnya hujan beberapa hari yang lalu mengakibatkan harga tembakau di pasaran menjadi turun. bagaimana tidak, para petani takut kalau tembakaunya tidak laku, mau tidak mau harus menjualnya dengan harga yang lebih murah juga.
H. nuruddin ( mantan pegawai camat Sakra Barat ) yang juga termasuk petani tembakau mengakui hal tersebut. Saya menjual tembakau dengan harga yang tidak sesuai dengan keadaan tembakau sekarang. Biasanya kalau daun terakhir ( daun petikan ke-7 ) saya jual dengan harga Rp 3.500.000/ kwintal, tapi karena keadaan seperti ini, maka saya menjualnya dengan harga Rp 3.000.000/kwintal katanya.
Kondisi seperti ini tidak hanya di alami oleh segelintir orang, tetapi sebagian besar masyarakat petani tembakau yang sampai saat ini masih belum final ( selesai panen tembakau )nya.
Memang petani jarang mendapatkan kesempatan untuk menikmati hasil yang maksimal. Dua tahun berturut-turut, petani tembakau hanya mendapatkan kerugian dan sangat berharap jika tahun ini bisa melunasi hutangnya sejak tahun lalu, tapi apa hendak dikata nasib sudah membuat kita seperti ini.
Tembakau antara manfaat dan mudarat.
(MA)