JERAPAH MASUK KULKAS

KM.Krens.Lotim_ Suatu hari yang cerah duduklah dua orang sahabat dibawah pohon beringin yang sangat rindang,mereka berdua sedang asyik bermain tebak-tebakan , mereka adalah Oboh dan Dole.!

Baca lebih lanjut

Iklan

MEMAHAMI SIFAT SESEORANG DARI KENTUTNYA

KM. krens. Lotim Kentut adalah kegiatan dimana mahkluk hidup mengeluarkan gas buangan dari lubang yang berada di bawah belakang (anus), seperti sebuah knalpot kendaraan. Namun gas buangan ini tidak terlalu jelas terlihat, kecuali sedang berada dalam air. Gelembung-gelembung udara akan tampak di belakang orang yang sedang kentut. Kentut, sama seperti bau mulut: hanya bau akibat containernya. Oleh karena itu sering-seringlah gosok gigi agar tidak bau mulut. Namun jangan gosok anus dengan sikat gigi, karena selain jorok, hal itu sangat tidak higenis.

Baca lebih lanjut

Kentut

Oh kentut

Suaramu halus dan lembut

Seperti suara burung perkutut

Bila ditahan sakit perut

Bila dikeluarkan bikin ribut

Oh kentut

Engkau bersemayam di dalam perut

Baunya harum seperti bangkai siput

Engkaulah angin ribut

Keluar dari lubang pantat yang keriput

Kalu berbunyi but..but..but..

Ya kan……….? Ngaku aza dech…

(sudirman)

TAIN KENGE MAHEL

Sakra Barat. Pada suatu acara di sekolah, seorang guru nyeletuk ” loekne pacu kedit ne, sang burung wallet ne?. Kebetulan hari itu banyak sekali burung-burung berterbangan. ” Ah endek ie, biasen lek gedung-gedung sak sepi terus nyet taokne mele tame ” Jawab Amaq Suhir. “O menon ” kata Refan ” terus kan ie mahal sarang wallet kan, inikne sampe 3 jute ajin. Refan menguatkan. Amak Suhir lalu berkata ” Ah lebih mahel tain ngenge, inik sampai 25 jute ajin. Refan terkejut ” Segerahne?. Amak Suhir menjawab lagi ” Ien apik, maeh sugulan tain ngengeme seember lagu’ nani, kebayahne uah langsung 30 jute. ( SaifZuhri)

NOAK dan TOAK

Lotim– Matahari baru sepenggalah panjangnya di ufuk Timur. Gunung-gunung sudah terlihat kebiru-biruan. Awan sudah mulai berjalan menghiasi cantiknya langit. Angin juga tidak terlalu bernafsu mengejar awan, hanya sesekali ia menyenggol pantat putihnya yang lentur. Gubuk mungil di tengah pematang sawah terlihat gagah, kokoh menancap sebagai penghias gundukan-gundukan bukit nan indah. Warna hijau daun padi terasa menyejukkan mata. Pagi itu dari bilik kamar terdengar suara tangisan bayi. Seorang bayi telah lahir ke alam dunia dengan berat badan sekitar 6 kilogram. ” Masya Allah anakku begitu besar” Kata sang ibu. ” aok ka kuparanin ie Noak uah “. Dari balik pintu Amak Bikan muncul, ” uah sugul ke ?. Inak Bikan menjawab “Aok, bruk lalok ne sugul”. ” Sang blek kanak ine, tumbenku dedait” kata Amak Bikan. ” Aok,ie ampukku paran ie Noak, agen ne jari kanak si’ pantes”, Inak Bikan menyahut. ” Ado sang ne arak si’ lainan ” kata Amak Bikan. ” Ie uak ke, abot aku mikir ” Inak Bikan menjawab dengan agak malas. Hari-hari terus berjalan menapaki suasana dengan nyaman, tidak terasa Noak sudah berumur 7 tahun, saat yang tepat untuk memasukkannya ke sekolah dasar. Sementara Inak Bikan masih terasa belum lengkap tanpa kehadiran sang anak kembali untuk menemani anaknya Noak. Suatu ketika di saat pagi-pagi buta Inak Bikan menyapa lirih kepada suaminya……bersambung ( Saif Zuhri )

Saingan Dedare ngadu emas

leq sopoq gubuk arak dedare ingessss gati. loeq bajang besiak lantaran saingan melenne pade mauk. Bilang malem bale dedare ne ndekne uah sepi sik bajang antrian midang ne. Sopok malem arak telu bajang dateng midang. Telu bajang ne ndekne mele arak ngalahan sehingge terpakse dedare ne muni,”Aneh bareng-bareng uah ndekte smel tedengah ribut isik dengan ongkatne (dedare). Baca lebih lanjut