PILKADES DESA KALIJAGA PERIODE 2011-2017


Desa Kalijaga merupakan desa yang tertua yang ada di kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Aikmel. Mengingat hal ini, Dalam perjalanan kurun waktu enam tahun terakhir ada dua kandidat calon yang bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai calon Kepala Desa yaitu Hayyalatain, SH dan Ahmad Rifai, SH, menjadi sorotan dari berbagai media, baik media massa maupun media elektronik.

Menjelang pelaksanaan PILKDES, telah terjadi konflik secara fisik maupun mental dari kedua belah pihak pendukung dalam memperebutkan pengaruh di setiap dusun maupun kampung. Hampir tiap malam terjadi patroli atau ronda malam yang dilaksanakan oleh aparat keamanan dan Lintas masyarakat yang ada di setiap dusun dan kampung untuk menjaga hal-hal yang mungkin terjadi atau yang tidak diinginkan.

“PILKADES” yang telah dilaksanakan di Desa Kalijaga pada hari Senin, tanggal 24 Oktober 2011, sangat semarak sekali. Tumben dalam perjalanan pelaksanaan PILKADES di desa Kalijaga begitu sangat terkenal sampai-sampai memberikan kesan bahwa Kalijaga adalah sebuah desa yang terbuka dalam menerima demokrasi secara total. Hal ini tampak dengan banyaknya orang-orang dari luar Desa Kalijaga yang berani bertaruh dengan sejumlah uang kepada masing-masing calon yang diunggulkan. Dari pelaksanaan kompanye sampai menjelang hari akhir seluruh lapisan masyarakat sangat antusias sekali untuk mendengarkan paparan dan uraian visi dan misi dari kedua calon sehingga tanpa terasa pelaksaan PILKADES tinggal menunggu saatnya tiba.

Pemilihan kepala desa adalah merupakan hal yang sangat luar biasa, mengingat acara tersebut dilaksanakan enam tahun sekali. Sehingga masyarakat yang ada di Desa Kalijaga berduyun-duyun mengikuti acara pelaksanaan demokrasi tersebut. Setelah warga masyarakat selesai mengadakan PILKADES, pada akhirnya tibalah pada saat penghitungan suara diseluruh TPS. (Tempat Pemungutan Suara) yang dilaksanakan pada masing-masing Dusun. Setelah dilaksanakan penghitungan suara yang ada pada masing-masing dusun ternyata kandidatatau calon kepala desa yang mendapatkan perolehan suara terbanyak adalah calon dengan nomor urut 1. atas nama “ HAYYALATAIN, S.H. Sedangkan calon kepala desa yang menempati perolehan suara yang tidak begitu banyak adalah calon kepala desa atas nama Ahmad Rifai, SH. Dengan selisih suara sebesar 38 suara.

Dari hasil survey di TPS, ternyata dari pihak saksi yang ada di TPS yang memegang mandat sebagai saksi dari calon nomor urut 2 yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan tidak puas dengan adanya perolehan suara yang ada di TPS dusun Anyar dan dusun Dasan Bongkot . Hal ini dikarenakan karena pihak panitia dan petugas yang ada di TPS tersebut tidak independen atau netral dalam melaksanakan pemungutan suara dan mensyahkan atau membatalkan hasil pencontrengan kartu suara. Karena dia melihat adanya keganjilan dalam perolehan suara untuk calon nomor urut 1 daqn kartu suara tidak sama dengan jumlah pemilih yanfg ada di kedua dusun tersebut sehingga jumlah perolehan suara untuk calon nomor urut 1 membengkak.

Melihat kenyataan ini, pihak saksi dan pemantau yang ada di desa kalijaga merasakan tidak puas dan mengadukan hal ini kepada aparat pemerintah setempat yaitu di kecamatan Aikmel. Dengan adanya hyal ini, maka pihak kepolisian sektor Akmele kabupaten lombok Timur telah menyita kotak suara yang ada di dusun anyar dan dasan bongkot dan telah dibawa ke kanor polisi sektor Aikmel yang amkpai sekarang masih disegel. Dengan adanya kejadian ini, kondisi desa kalijaga kecamatan aikmel setelah dilaksanaknannya PILKADES menjadi sunyi dan mencekam bagaikan tak berpenghuni. Yang membuat masyarakat desa kalijaga merasa mencekam adalah karena menjaga kondisi keamanan dan supaya tidak terjadinya konflik antara masing-masing pendukung yang akan menggugat hal ini ke pengadilan.

Jika hal ini diajukan ke pengadilan, maka akan terjadi konflik kepentingan baik antara pendukung calon nomor urut 1 dengan calon nomor urut 2. oleh karena itu para pihak keamanan telah mengantisipasi hal ini jauh sebelumnya, bahkan akan terjadi pemilihan ulang untuk kedua dusun tersebut. Akan tetapi moga saja hal ini menjadi pelajaran berharga bagi warga masyarakat desa kalijaga supaya untuk tahun-tahun berikutnya bisa membuka ruang laboratorim demokrasi untuk kegiatan-kegiatan pemilihan kepala desa dan pemilihan calon-calon pemimpin ke depannya dan bisa maju dalam satu ayunan langkah. Semoga….!!!

YK

 

One thought on “PILKADES DESA KALIJAGA PERIODE 2011-2017

  1. KENAPA MESTI RIBUT SAUDARA SAJA MO…..KLU KALAH YA….KALAH…..MASIH ADA WAKTU TAHUN BERIKUTX…..AQ TIDAK INGIN DESA KALIJAGA YANG DAMAI MENJADI KONPLIK POLITIK,HANYA KARENA PILKADES…..YANG KALAH YA NERIMA…..PAKAI NAIK BANDING SGALA….MENDINGAN UANG NAIK BANDINGX TU BAGIKAN KE MASYARAKAT LEBIH BERMAMFAAT…MASIH BANYAK WARGA KITA YANG MAMPU MASIH DI BAWAH GARIS KE MISKINAN,BIKIN PENGACARA GEMUK AJA (PENGANGGURAN BANYAK ACARA,HHAAAA EH SORRY CANDA AJA)YANG KALAH YA…. SABAR…”Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s