GLOBAL FM LOMBOK SAMBUNG RASA DENGAN KAMPUNG MEDIA SE-NTB

Ponggawa Krens Lagi Khusu' Mendengarkan Wawancara KMD Asal Sumbawa

Ponggawa Krens Ketika Sedang Sambung Rasa

Krens Lotim. Keberadaan Kampung Media Digital di Nusa Tenggara Barat, semakin hari semakin menunjukkan kemajuannnya. Pembinaan demi pembinaan terus dilakukan oleh Dishubkominfo Provinsi NTB selaku pemrakarsa berdirinya Kampung Media. Kampung Media ini sebenarnya sudah ada pada era Soeharto dulu, akan tetapi masih dinamakan Kelompencapir ( Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa ). Namun untuk membangkitkan kembali rasa kebersamaan sesama dengan berbagi berita, muncul inisiatif dari Dishubkominfo Prov. NTB untuk membentuk wadah baru yang diberi nama Kampung Media Digital.
Hari ini, 29 Juli 2011 pukul 10.00 Wita tadi pagi melalui Radio Global FM Lombok diadakan sambung rasa online dengan sesama Kampung Media se-Nusa Tenggara Barat yang diharapkan mampu mengukuhkan tali sambung silaturrahmi dengan KMD yang sudah terbentuk. Untuk Lombok Timur diwakili oleh Kampung Media Krens.( Komunitas Rensing ) yang juga memberikan masukan bagi KMD yang sudah ada baik yang ada di pulau Sumbawa maupun yang ada di Lombok. Ke depan Kampung Media ini diharapkan memberikan angin segar bagi masyarakat sehingga lebih melek dengan informasi teknologi dan tidak terbelakang seperti yang kita takutkan (SaifZuhri)

Iklan

TPP Guru Madrasah Cair Sebelum Puasa

Jakarta (Pinmas)–Kementerian Agama memastikan tunjangan profesi pendidik (TPP) guru madrasah akan cair sebelum lebaran. Hal ini menyusul akan dikeluarkannya nomor registrasi guru (NRG) oleh sebagai salah satu persyaratan menerima tunjangan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Mohammad Ali mengatakan, nomor registrasi dipastikan akan keluar dalam waktu 1-2 hari mendatang. Saat ini, prosesnya sedang dilakukan oleh Kemendiknas. Menurut dia, mereka yang mendapat tunjangan ini adalah guru yang telah mendapatkan sertifikasi pada 2010 lalu. “Mereka yang dapat akan dirapel, kami usahakan sebelum Ramadan,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini uang tunjangan TPP sudah ada di masing-masing kantor wilayah (Kanwil) tinggal dicairkan saja, jika seluruh persyaratannya dipenuhi. “Nanti saya akan panggil Kasubditnya apakah sudah selesai atau belum, jika sudah segera dicairkan,” bebernya.

Pemberian tunjangan tersebut, kata dia, sangat bervariatif. Untuk guru yang sudah menjadi PNS tunjangan yang diberikan sesuai dengan golongannya sebesar gaji yang diterima setiap bulannya. Sedangkan, bagi yang non PNS tunjangan yang diberikan sebesar Rp1,5 juta.

Bagi guru-guru terpencil yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil akan menerima tiga kali lipat yakni, gaji bulanan, TPP sebesar gaji bulanan dan tunjangan khusus guru di daerah terpencil. Sedangkan, bagi guru di daerah terpencil yang belum diangkat jadi PNS hanya menerima gaji bulanan dan tunjangan khusus dan TPP meski tidak sebesar gaji bulanan.

Senada, Direktur Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama Ace Syaifuddin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemendiknas mengenai tunjangan profesi guru, karena selain sertifikasi, tunjangan profesi itu harus ada NRG. “Sertifikasi sudah dapat, tapi nomor registrasi itu tidak ada. Rencananya, pekan ini sudah muncul nomor registrasi guru,” katanya.

Ace berharap, mudah-mudahan sebelum puasa NRG sudah keluar dan langsung ada pengucuran karena yang berwenang mengeluarkan nomor registrasi adalah Kemendiknas. Selama ini ganjalan TPP bagi guru madrasah yang tidak kunjung turun karena para guru belum mengantongi NRG.

Ace menjelaskan, besaran TPP bagi para guru rata-rata Rp1,5 juta bagi guru non PNS. Sementara untuk guru yang sudah berstatus PNS, TPP yang diterima satu kali gaji pokok. Sedangkan guru-guru yang mengajar di daerah-daerah yang memberlakukan otonomi khusus atau di kawasan perbatasan, mendapatkan tambahan TPP sebesar Rp1,5 juta. Setelah NRG terbit pada pekan ini, kata Ace, kemungkinan para guru akan menerima rapelan sejak Januari 2011. Sehingga, bisa menutup kebutuhan pengeluaran guru selama lebaran.

Ace menambahkan, pihaknya menargetkan penyelesaian sertifikasi sampai 2014 mendatang. Untuk anggaran tahun ini, pihaknya menargetkan sertifikasi terhadap 38.000 dari total 200.000 guru. Ace mengakui, selama proses sertifikasi banyak kendala yang dia hadapi. Di antaranya, masih banyak guru yang belum memegang ijazah sarjana atau S1. Untuk persoalan ini, Kemenag mengoptimalkan peran kantor wilayah (kanwil) di tingkat provinsi untuk mendorong guru-guru tersebut memperoleh ijazah sarjana dengan fasilitas beasiswa.

Untuk sertifikasi tahun ini, Ace menegaskan sudah tidak diberlakukan lagi pola sertifikasi portofilio. Seperti diketahui, pada tahun-tahun sebelumnya para guru harus mengumpulkan tumpukan aneka sertifikat dan dokumen-dokumen pembelajaran untuk lolos seleksi portofolio. Sebagai gantinya, Ace menuturkan pola sertifikasi pendidik difokuskan pada Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Selaian ketentuan sudah berijazah S1, guru yang berhak ikut PLPG harus mengajar minimal 24 jam pelajaran dalam sepekan. (sindo/sucipto)(SZ)

WALI SEMARAKKAN MUFAKaT IV


KM. Krens Lotim. Jum’at sore, Tgl. 22 Juli 2011 pkl. 14.00 wita manuasia menyemut dikomplek kota santri Pancor Lombok Timur tempat dilaksanakannya MUFAKat IV Tingkat Nasional.
Kehadiran Wali Band memang ditunggu-tungu sejak awal pelaksanaan MUFAKat. Tidak heran jika pengunjung setiap hari ramai karena terlalu ngevan dengan Wali.
Mukhlis dan Oki misalnya yang datang dari Lombok Tengah bercerita kalau dirinya setiap hari sengaja datang hanya untuk bisa melihat secara langsung pertunjukan dan melihat langsung pementasan Wali band yang sengaja didatangkan ditempat acara Mufakat dengan secara gratis. Rugi dong tidak nonton, ini kan sekali dalam seumur hidup saya kalau bisa nonton lagi akunya gembira.
Mu’awanah seorang penggemar Wali dari Rensing yang tidak dapat menonton pertunjukan kemarin menyatakan kekesalannya jika dirinya tidak pernah dapat informasi tentang hadirnya Wali Band kemarin.
Sebelum personil Wali ditampilkan, oleh panitia sengaja menampilkan finalis debat bahasa Arab dari kontingen Jawa Timur berhadapan dengan Kontingen Sumatra, lalu kemudia barulah ditampilkan penyanyi andalan grup Wali.
Sekitar pkl. 17.30 wita konserpun berakhir dengan tenang dan penontonpun puas. Rombongan Wali band kemudian diberangkatkan ke Komplek Haromain Narmada Lombok Barat sekitar pkl. 18.30 dengan pengawalan polisi.
(MA).

MUFAKAT IV TINGKAT NASIONAL DIBUKA MENTERI AGAMA RI

Gubernur NTB, Menteri agama RI, Kanwil kemenag NTB


KM. Krens Lotim. Musabaqah Fahmi Kutubit Turats ( MUFAKAT ) IV Tingkat Nasional secara resmi dibuka Menteri Agama RI yang diwakili Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. DR. H. Abdul Jamil, MA.
DR. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA sebagai tuan rumah sekaligus atas nama Gubernur NTB menyampaikan selamat datang ” Ahlan Wa Sahlan ” kepada seluruh kontingen 33 Provinsi di Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor yang sejak tanggal 17 Juli kemarin sudah mulai berdatangan di komplek ini. Beliu menuturkan kalau dirinya pernah sebagai santri dari tahun 1985-1991 di Pondok pesantren ini. Seandainya Mufakat dulu ada, mungkin saya yang pertama tampil sebagai peserta, kata beliau.
Sebagai akhir pidatonya beliau menitip pesan, jadikanlah Pondok Pesantren sebagai wadah yang terbaik dan bukan sebaliknya menjadikannya sebagai tempat atau camp-camp yang tidak bertanggungjawab, menepis pernyataan sebagian orang yang menyatakan pesantren adalah tempat teroris.
Sementara Menteri Agama yang dibacakan sambutannya oleh Kabalitbang dan diklat menyampaikan pentingnya pesantren karena masih terlihat sistim pendidikan tertua di Indonesia. Pondok pesantren adalah sebuah institusi atau kampus yang mendalami kitab-kitab kuning yang memperlihatkan kemurnian agama.
Pondok Pesantren yang tercatat di Kementerian Agama RI sebanyak 25 ribu lebih pesantren dengan jumlah santri 3.652.083 jiwa dan kesemuanya adalah swasta kata beliau.
Sebagai akhir sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTB dan Kanwil kemenag Provinsi NTB yang sudah bersedia sebagai tuan rumah Mufakat IV tingkat nasional tahun ini. Dan pembukaan Mufakat ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kabalitbang dan Diklat Pusat didampingi Gubernur NTB.

(MA