Sambut Pengumuman UN, Siswa lakukan Aksi Konvoi Dijalanan


KM.Krens.Lotim. Selasa, 17 Mei 2011
Senin kemarin (16/5) menjadi hari paling bersejarah bagi siswa-siswa kelas XII tingkat SMA,MA dan SMK pasalnya hari kemarin pemerintah mengumumkan secara serentak hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2010/2011. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sebanyak 85 siswa Lotim dinyatakan tidak lulus.

seperti yang dikutip harian Lombok Post, Kepala Seksi Kurikulum Bidang Dikmen Dikpora Lombok Timur Rasyid Ridho menjelaskan, bahwa sebanyak 85 siswa tidak lulus itu berasal dari SMA/MA dan SMK.
Untuk SMA/MA sebanyak 55 siswa. Sedangkan dari SMK sebanyak 30 siswa. “Baik negeri maupun swasta,” tegasnya.
di Lotim sendiri Jumlah peserta UN SMA/MA Negeri maupun swasta tahun ini sebanyak 9.917 siswa. Dari jumlah itu yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 55 siswa. Jika diprosentasekan tingkat kelulusan sebesar 99,45 persen.
Sedangkan untuk SMK Negeri/Swasta jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 1.742 siswa. Dari jumlah itu yang tidak lulus sebanyak 30 siswa. Jika diprosentasekan sebesar tingkat kelulusan sebesar 98,28 persen. “Secara keseluruhan tingkat kelulusan di Lotim sebsar 99,27 persen.,” ujarnya.
Lebih lanjut Rasyid mengatakan, prosentase kelulusan tahun ini meningkat dibandingkan 2010 lalu.
Tahun lalu prosentase kelulusan sebesar 97,75 persen. “Artinya meningkat 1,52 persen,” tambahnya.
Untuk tingkat provinsi pihaknya belum bisa memastikan posisi Lotim. Namun menurut sumber yang dapat dipercaya, tahun ini Lotim berada di posisi ke enam.
Artinya, posisi ini menurun dibandingkan tahun lalu yang berada di urutan ketiga dari sepuluh kabupaten/kota di NTB. “Untuk masalah itu kami belum dapat informasi langsung dari provinsi. Tetapi secara keseluruhan prosentase kelulusan di Lotim meningkat,” kilahnya.
Rasyid menambahkan, tahun ini tidak ada sekolah yang siswanya tidak lulus seratus persen. Untuk tingkat SMA/MA negeri maupun swasta dari 148 sekolah, hanya 39 yang ada siswanya tidak lulus. Sedangkan untuk SMK dari 26 sekolah hanya delapan yang ada siswanya tidak lulus. “Tidak seperti tahun lalu, ada sekolah yang tidak lulus seratus persen,” ungkapnya.
Terpisah dari pengamatan di jalan-jalan meski pemerintah dan sekolah telah mengeluarkan himbauan dan larangan untuk tidak melakukan aksi coret menyoret dan konvoi dijalanan pada hari pengumuman namun ratusan siswa baik dari sekolah negeri maupun swasta tetap melakukan konvoi maupun coret menyoret baju seragam mereka sudah dimulai dari pagi hari meski pengumuman kelulusan akan berlangsung pada sore hari pukul 17.00. Rahardian salah seorang siswa kelas XII IPA yang ditemui disaat instirahat konvoi mengatakan bahwa aksi konvoi dan coret coretan ini kami lakukan hanya sebagai bentuk ekpressi kebahagiaan atas akan diumumkan hasil Ujian Nasional “ saya tidak tahu apa lulus atau tidak” ungkap Dian.
begitulah bentuk aksi para siswa yang terkadang meresahkan masyarakat karena ulah konvoinya yang tidak tertib di jalan raya. Semua pihak, baik pemerintah, guru dan orang tua sangatlah berperan untuk melarang dan mengajak siswa atau anaknya untuk tidak melakukan aksi-aksi berlebihan di jalanan agar citra dunia pendidikan tidak tercoreng oleh kesenangan sesaat. (nr_dien)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s