MENJADI SEORANG PEMIMPIN


KM.Krens.Lotim— Indonesia dengan hampir 200 juta umat Islam, kalau saja bisa memiliki pemimpin yang sangat tangguh akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikut. Kalau pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Para pengikut menduplikasi pemimpinnya. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pimpinan kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula umatnya. Kalau kita lihat kondisi bangsa kita sekarang jangan pesimis, kalau kita tidak bisa memimpin sekarang, mudah-mudahan generasi kita yang akan datang akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas tinggi

Seorang pemimpin dapat menggugah keinginan seseorang untuk melaksanakan sesuatu hal, ia menunjukkan arah dan membina anggota-anggotanya.

Pemimpin Adalah Pengaruh

Ketika orang lain memberikan sebuah nasehat atau sebuah cerita kita akan mengingatnya, dan hal itu adalah sebuah pengaruh atau ketika seorang teman mengatakan sesuatu dan hal tersebut kemudian diingat, itupun adalah sebuah pengaruh. Ataupun hal-hal lain yang bisa merubah pola hidup anda begitupun sebaliknya. JR Miller dalam buku ESQ mengatakan : “ Ada pertemuan yang hanya sesaat namun meninggalkan kesan seumur hidup “

Seorang pemimpin bagaimanapun tipikal atau gaya kepemimpinannya semuanya bergantung pada prinsip yang dianutnya. Orang yang tidak mamiliki prinsip akan mudah terpengaruh bisa dipastikan orang tersebut akan menjadi pengikut saja, dan biasanya orang yang memiliki prinsip kuat akan menjadi pemimpin yang luar biasa melalui pengaruhnya yang kuat.

Kepemimpinan adalah hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas menyangkuta kepentingan bersama.

Dari definisi tersebut diatas kata kepemimpinan adalah orang yang mempengaruhi fihak lain dalam kelompok yang bersangkutan. Pengaruh tersebut timbul dari hubungan antara pemimpin dan seseorang anggota kelompok atau anggota-anggota, dalam artian terdapat interaksi/reaksi timbal balik didalam sebuah kelompok.

Jadi kata pengaruh dan interaksi sangat berkaitan dalam kepemimpinan.

Ada 2 tipe pengaruh seorang pemimpin :

  1. Terdapat prestasi pemimpin itu sendiri yang secara langsung mempengaruhi tingkat pekerjaan kelompok.
  2. Terdapat kelakuan sipemimpin guna mempengaruhi kehidupan kelompok dan kepuasan anggota-anggotanya.

Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu.

Menurut Jhon French dan Betram Raven mengemukakan 5 kerangka dasar kekuatan yang berhubungan dengan pengaruh seorang pemimpin :

1. Kekuatan berdasarkan paksaan (Coersive power)

Timbul karena bawahan memiliki perasaan takut mendapat hukuman dari pemimpinnya.

2.      Kekuatan untuk memberikan pengahrgaan (Reward power)

Pemimpin memberikan penghargaan apabila bawahan berprestasi.

3.      Kekuatan yang sah (legitimate power)

Kekuatan ini timbul dari posisi superpower didalam organisasi yang bersangkutan

4.      Kekuatan karena keahlian( expert power)

Karena pemimpin memiliki keahlian atau bakat khusus

5.      Kekuatan referen

Timbul karena identifikasi pengikut dengan seorang pemimpin yang sangat dihormati.dan terpandang.

Pemimpin

Seorang pemimpin mempunyai sebuah misi atau tujuan yang ingin dicapainya.seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membangkitkan semangat dan kekuatan-kekuatan emosional para pengikutnya.

Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain.

Apakah rahasia utama kepemimpinan? Jawabannya adalah : kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan ini bagus, kokoh, megah karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong kalau tidak diawali dengan diri sendiri.

Ibu yang ingin anaknya ramah, lembut, pertanyaannya adalah sudah ramah dan lembutkah saya? Jangan menyuruh orang lain kalau belum menyuruh diri sendiri, jangan melarang orang lain sebelum melarang diri. Orang yang tidak cocok antara perbuatan dan perkataan akan runtuh wibawanya. Guru, ibu, bapak atau pemimpin akan runtuh wibawanya kalu tidak cocok. Siapapun kalau tidak serius menjadi contoh akan jatuh wibawanya.

Jadi kalau kita berangan-angan ingin jadi pemimpin jangan memikirkan bawahan, pikirkan saja diri kita dulu. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi Mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri adalah omong kosong. Misalnya ketika sedang rapat kita sombong, berapa banyak potensi yang tidak bisa keluar hanya karena pemimpinannya sombong. Rapat yang dipimpin dengan emosional akan banyak potensi solusi yang tidak dapat keluar karena pemimpinnya emosional. Makanya seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menjadi contoh atau suri tauladan, modalnya harus yakin dengan kebenaran contoh tersebut; karena kalau kita tidak yakin atau ragu-ragu kita tidak dapat menjadi contoh. Hanya orang yang berpengetahuan luas yakin akan ilmunya yang berhasil menjadi contoh.

Ingatlah rumus 5 S (senyum, salam sapa, santun, sopan). Khusus untuk pelajaran senyum, ternyata jika kita makin tahu ilmu senyum makin nikmat senyum itu. Senyum itu bisa dilihat dari mata. Senyum yang asli, mata itu sedikit redup, karena kalau melotot tidak jadi senyumnya.

Ternyata untuk senyum itu memerlukan 14 otot yang aktif, sedangkan untuk cemberut bisa sampai 32 otot. Akibatnya energi cemberut itu lebih banyak daripada energi senyum. Senyum itu bisa kalau dalam hatinya rindu membahagiakan orang lain. Kalau orang kita ajak senyum maka akan terbawa senyum. Orang yang marah dihadapi dengan senyum insya Allah akan reda. Semakin lengkap ilmu tentang senyum akan makin nikmat senyum kita. Maka orang-orang yang akan menjadi contoh yang baik adalah orang yang yakin akan kebenaran yang dicontohkannya itu. Orang yang kurang ilmu akan sulit menjadi contoh.

Hal yang kedua adalah; orang itu dapat menjadi contoh kalau ia sudah mengamalkannya, kalau tidak mengamalkannya tidak akan ada ruhnya. Orang yang sibuk memberi contoh tetapi orang itu belum menikmatinya akan menjadi susah.

Menjadi seorang Pemimpin

Menurut George R, Terry mengemukakan ada beberapa factor yang mempengaruhi kepemimpinan :

1.      Keterlibatan

Meliputi kemampuan bukan untuk mendalami diri sendiri saja melainkan mengenal orang lain. Karena dalam kepemimpinan meliputi empat hal yaitu : Pemimpin, pihak yang dipimpin, Organisasi, dan lingkungan sosial.

2.      Motivasi tinggi

Seorang pemimpin harus meilki semangat, minat, motivasi tinggi dalam rangka mencapai apa yang menjadi tujuan dan menjadi tauladan bagi bawahannya.

3.      Sifat-sifat manusia yang positif

Seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Realistis
  • Banyak akal
  • Dapat mengambil inisiatif
  • Emosional stabil
  • Komunikator yang terampil
  • Percaya pada diri sendiri
  • Partisipatif dibidang social

Pemimpin sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang paling penting adalah memimpin berlandaskan suara hati yang fitrah

oleh : Nuruddin,S.Pd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s