PANEN PADI, PETANI MERUGI


KM. Krens. Sakra Barat, 24/2/2011_ Pada tahun 2011 ini Provinsi Nusa Tenggara Barat ditargetkan oleh Pemerintah pusat untuk mampu  memproduksi padi sebanyak dua juta ton, agar produksi padi secara nasional sebanyak 70,6 juta ton tercapai.
Namun peningkatan kualitas hasil panen padi saat ini masih terkendala akibat masih belum stabilnya  cuaca ekstrem yang berdampak pada pola tanam dan masa panen tidak serempak dan hasil padipun merosot,  di sejumlah wilayah Lombok Timur hususnya di Desa Rensing Kec. Sakra Barat tahun ini  petani merugi. Kualitas gabahnya kurang bagus hargapun anjlok. Saat ini harga gabah di petani berkisar antara Rp. 2500 – Rp. 2800 per kilogram (kg). Dengan harga gabah yang rendah sehingga petani tak bisa menutupi biaya produksi yang lumayan tinggi.

”Kali ini saya panen hanya 15 kwintal saja dalam 70 are, artinya kalau diuangkan ya sekitar 3.7 jutaan padahal biaya yang harus saya tanggung jauh lebih besar dari pendapatan kali ini,” kata , H. Durahman  petani asal Rensing Bat Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.

H. Durahman menjelaskan kalau dulu areal yang ditanaminya bisa mendapatkan 5,5 ton dalam 70 are namun panen tahun ini  jauh drastis merosot, ia mengeluarkan biaya produksi yang lumayan besar untuk penyemprotan wereng saja lebih dari 7 kali. Sekali semprot, ia mengeluarkan dana sebesar Rp 75.000- Rp 90.000 untuk biaya obat dan buruh. Ditambah lagi biaya pupuk, tenaga kerja, ongkos bajak dan bibit.

Saya mencoba nanam lagi Ir 64 untuk masa tanam kedua ini mudahan bisa menutupi kekurangan tahap pertama, inipun saya masih was-was karena baru sepuluh hari umurnya sudah kelihatan tanda-tanda dijangkiti hama wereng” tambahnya.

Hal senada di alami oleh Tuhiruddin petani asal dusun yang sama menjelaskan kalau penen padinya merugi tahun ini akibat hama wereng/tungro dan penyakit kerdil. Sehingga hanya 3 kwintal saja yang saya dapatkan dari jumlah areal 15 are.

Petani asal Jerua Desa Gunung Rajak Selatan,Safwan juga mengungkapkan panen padi kali ini betul-betul tragis akibat hama sehingga ia hanya mendapatkan 2.5 ton dari areal 80 are.

Ketua Kelompok Tani Rensing Bat H. Zainal Muttaqin, Rabu (23/3) mengungkapkan sejak awal masa tanam padi tahun ini kita sudah mulai khawatir akibat hama ditambah lagi dengan cuaca buruk, ia berharap penyuluh-penyuluh pertanian bisa mengunjungi para petani ketika mengalami masa sulit seperti ini, sehingga para petani bisa cepat melakukan antisipasi katanya. (nr_dien)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s