PETANI KELUHKAN HAMA PENYAKIT PADI


Penyakit : inilah tanaman padi yang terserang tungro

KM. Krens. Lotim- Menjadi petani saat-saat ini tidaklah begitu menjanjikan, itulah setidaknya yang dirasakan para petani di sekitar wilayah Kecamatan Sakra Barat hususnya di Desa Rensing, sisa-sisa virus penyakit tanaman tembakau tahun 2010, kandungan zat kimia yang berlebihan pada pupuk dan akibat pengaruh anomaly cuaca yang kian tak kunjung usai hingga saat ini membuat petani gelisah, terutama dalam menghadapi awal masa tanam padi bahkan……..

bagi petani yang sudah panen terpaksa harus menanam padi kembali guna untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Padi atau dalam istilah biologinya Oryza Sativa L merupakan  salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Produksi padi dunia menempati  urutan ketiga dari serealia setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi menjadi sumber utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Keadaan tanaman padi dua tahun terahir ini makin tak terkendali, kerap kali para petani tidak begitu bersemangat di awal musim tanam karena ujung-ujungnya di jangkiti oleh berbagai macam penyakit, biaya produksi semakin mahal, harga gabah terus merosot. Ahir tahun 90 an penyakit padi berwana kuning memang sudah terjadi, dan kini ia datang kembali seakan ada komando, tidak memandang varietas padi yang dikatakan kebal penyakitpun  tak luput dari cengkramanya.

Serangan Penyakit   kuning pada daun yang lazim disebut dengan Tungro ini dapat meluas dengan cepat terutama bila factor pendukung seperti tingginya kepadatan populasi serangga penular, tersedianya sumber inokulan, adanya tanaman varietas peka, pola tanam tidak serempak serta factor lingkungan yang sesuai. Serangan penyakit ini tidak bisa sembuh total kembali sehingga menyebabkan penurun kualitas ataupun kuantitas produksi.

Penyakit tungro disebabkan oleh 2 jenis virus yaitu “ Rice Tungro Bacilliform Virus” (RTBV) dan Rice Tungro Spherical Virus” (RTSV) penyakit ini disebabkan oleh wereng hijau (Nephotettix Virescens) sebagai dalang utamanya.  Gejala serangan penyakit tungro ini adalah tanaman menjadi agar kerdil, daunnya berwarna kuning sampai orange. Perubahan warna ini tampak jelas pada daun nomor dua dari pucuk daun yang dimulai dari ujung daun sampai akhirnya seluruh helai daun.

Disamping itu juga penyakit lain yang muncul pada tanaman padi petani adalah penyakit kerdil rumput agak mirip dengan penyakit tungro, daun tanaman padi berwrna kuning . gejala yang ditunjukkan oleh penyakit ini adalah dalam satu rumpun yang terserang kadang hanya beberapa anakan bahkan  beberapa daun saja, gejala daun kuning kadang hanya terjadi pada daun bawah/ daun tua yang pada akhirnya akan mengering dimulai dari bagian ujungnya.

Berbagai upaya petani dilakukan untuk mencegahnya mulai dari pengeringan air sawah, penyemprotan rutin, pengurangan penggunaan pupuk kimia, bahkan tak terkecuali  melibatkan orang yang bisa”dukun” untuk mengusir hama, namun belum membuahkan hasil.

Itulah yang dialami oleh Hanafi seorang petani asal Rensing Bat saat dikonfirmasi Jumat kamarin (18/2) yang padinya baru berusia satu bulan terpaksa harus menggarap kembali sawahnya untuk menanam padi ulang karena padi yang ia tanam terjangkiti oleh penyakit kuning “ saya mengalami musibah kali ini, tanaman padi saya rusak semua oleh hama penyakit” ungkapnya.

Nasib yang sama di alami oleh H. Zainal dimana saat ini padinya beranjak usia 2 bulan ia menyatakan pasrah saja melihat keadaan padinya yang setiap hari terus menyerang seluruh lahan sawahnya, ia megaku awalnya memang sejak berusia 10 hari sudah ada tanda-tanda duannya kuning namun setelah ditaburi pupuk malah sebaliknya yang terjadi semula harus hijau tapi malah kuning makin menjadi” keluhnya

H. Abdul Gapur, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Rensing Kec. Sakra Barat Lombok Timur menjelaskan  sampai saat ini belum ada pupuk/racun pestisida yang mampu menyembuhkan secara total jenis penyakit kuning dan kerdil akibatnya para petani merugi .Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini petani bercocok tanam agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena pengaruh cuaca. Dan inilah yang menyebabkan keberadaan hama atau virus yang ada pada padi tersebut tetap selalu ada di satu sisi ada yang baru saja menanam padi sisi lain ada yang sudah bunting atau bahkan banyak pula yang sudah panen.

Lebih jauh ia berharap untuk masa tanam padi tahap kedua ini pihak pemerintah dalam hal ini dinas pertanian ataupun pihak terkait agar dapat memantau dan memberikan solusi untuk mengatasi dan mengendalikan hama penyakit padi yang diderita oleh petani padi tahun ini. (nr_dien)

3 thoughts on “PETANI KELUHKAN HAMA PENYAKIT PADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s