PEMADAMAN LISTRIK KEMBALI MENJENGKELKAN

Pemadaman Listrik Pada Salah Satu Acara Nonton Bareng

Krens Lotim. Pemadaman listrik di daerah Lombok Timur saat-saat ini seringkali menyakitkan hati. Hal ini disebabkan karena pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN tanpa ada permakluman atau penjadwalan terlebih dahulu. Kadang pemadaman listrik terjadi empat lima kali sehari dan terjadi pada saat shalat magrib akan dimulai. Padahal pemerintah Provinsi seringkali menjanjikan untuk perbaikan listrik menjadi lebih baik.

Persoalan listrik akhir-akhir ini memang menjadi persoalan sejak 2 tahun yang lalu setelah KLP Rinjani yang bertempat di Aikmel mulai tumbang akibat di demo masyarakat. Menurut informasi yang kami seraf dari eks pelanggan KLP, rata-rata mereka mengakui disamping biaya pembayaran bulanan yang terlalu mahal juga pada waktu itu listrik lebih banyak matinya ketimbang hidupnya.Kali ini meskipun pengalaman masa lalu tidak seperti yang terasa seperti dulu akan tetapi apa yang dijanjikan oleh pemerintah terkadang masih belum sesuai harapan. Dengan seringnya pemadaman yang tak terjadwal peralatan elektronik seperti TV, tape, komputer dll mengalami kerusakan. Inak Ebah di desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga juga mengatakan, dengan seringnya mati listrik, TV yang dimiliki rusak total.

Kita semua berharap apa yang diusahakan oleh pemerintah akan lebih bermanfaat bagi masyarakat, tidak sekedar janji tanpa kontrol, tetapi usaha yang menuju kemakmuran sesuai yang kita harapkan. ( SaifZuhri )

Iklan

WASPADA TERHADAP 10 PENYAKIT GURU

Krens Lotim .Waspadalah 10 penyakit yang rentan diderita oleh guru yaitu :

  1. TIPES ( Tim Pengejar Sertifikasi )
  2. MUAL ( Mutu Amat Lemah )
  3. KUDIS ( Kurang Disiplin )
  4. ASMA ( Asal Masuk Kelas )
  5. KUSTA ( Kurang Strategi )
  6. TBC ( Tidak Bisa Komputer )
  7. KRAM ( Kurang Terampil )
  8. ASAM URAT ( Ambil Sampingan Untuk Bayar Angsuran Kredit )
  9. LESU ( Lemah Sumber )
  10. KURAP ( Kurang Rapi )

Berhati-hatilah penyakit ini seringkali menjangkit pada setiap guru, carilah obat untuk menuntaskannya. ( SaifZuhri )