Nasib Tani


Rensing (Sakra Barat). Setelah petani tembakau mengalami krisis (rugi), beberapa bulan yang lalu, kini mereka dihantui oleh ketakutan untuk kembali rugi panen padi nantinya setelah air hujan yang tak kunjung tiba. Lahan yang sudah ditanami padi yang awalnya memang sudah ada air dari cadangan air (DAM) kini tinggallah lumpur….Alip (70 tahun), seorang petani dari Rensing Timuk, setelah gagal panen, beliau juga ditinggal oleh sang istri tercinta menghadap sang Illahi, kini kembali harus merenung, akankah selamanya demikian??? Dengan hati yang sabar, berurai air mata,,,, beliau mengatakan kemana lagi saya harus mencari,,kemana lagi saya harus membawa anak-anak dan cucuku? ..Namun (sedih) hanya sementara, setelah beliau teringat pesan seorang alim ulama’ TGH. Abd. Aziz bahwa semua ujian akan kembali kepada hikmah yang luar biasa apabila diterima dengan hati yang sabar, tulus dan ikhlas.

Berangkat dari sana, beliau selalu berdo’a dan tidak lupa shalat jamaah di masjid,,, Bukan hanya beliau saja, masih banyak masyarakat yang menangis, namun do’a selalu terucap dari semua masyarakat yang berharap kehidupan yang lebih baik.

Beberapa minggu terahir ini, keadaan yang selalu membuat ketakutan dan kekhawatiran masyarakat ternyata berbalik dan seketika berubah menjadi kebahagiaan,,,kenapa tidak??

Hujan yang tiap harinya mengguyur lahan persawahan membuat para petani tersenyum, bersemangat dan sebagainya.

Samsudin (28 tahun), mengatakan jika hujan terus turun seperti ini, saya yakin bahwa panen nantinya akan berhasil dan sudah tentu ada sebagai obat penenang setelah bulan lalu (tembakau) bangkrut.

(sahrul)

One thought on “Nasib Tani

  1. CORONGKU, – Petani Sakra Barat mengeluhkan harga pupuk yang sekarang ditingkat pengecer atau agen, pengusaha harga pupuk melambung tinggi, terkait kondisi tersebut petani diwilayah ini meminta kepada dinas terkait untuk lebih mengawasi dan turun kelapangan guna mengatasi masalah ini, karena petani masih merasa pusing akibat kerugian musim tembakau beberapa bulan yang lalu. Ismail salah seorang petani asal dusun bimbi desa rensing mengatakan, dirinya sudah jenuh kondisisepertini mulai dari misim tembakau sampai musim padi sekarang ini petani masih aja dililit harga pupuk yang sangat memberatkan ptan,ungkapnya.
    tambahnya, dirinya juga sangat berharap kepada pemerintah untuk segera masalah mengtasi ini, lebih sekarang ini kelompok tani yang diberikan kepercayaan,agen dan pengusaha menjadi sarang permainan, sehingga pupuk unutk petani menjadi limit dan mahal, harapnya. clank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s