PISAH KENANG CAMAT SAKRA BARAT

H. Musannip, S. Ag.

KM. Krens Lotim. Hari berganti hari, minggu bergantian, bulan juga demikian dan sampailah pada ujung masa jabatan sebagai pimpinan di wilayah Kecamatan Sakra Barat.

H. Musannip, S. Ag. adalah sosok pemimpin humoris yang dekat dengan masyarakat kecamatan Sakra Barat bahkan di Lombok Timur. Beliau di angkat sebagai camat pada awal pemerintahan Sukiman-Lutfi (SUFI), karena di anggap berhasil dalam menjalankan tugasnya terutama yang berkaitan dengan masyarakat.  Karena sebelum menjadi camat, beliau bertugas di Pemdes Lombok Timur yang selalu berinteraksi dengan Kepala desa se-Lombok Timur.

Di kecamatan ini beliau bertugas sejak tahun 2008 yang lalu atas usul masyarakat kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur supaya ditempatkan diwilayah ini sebagai camat. Dan ternyata permohonan itu dikbulkan.

Dibeberpa kesempatan, alumni IAIH Pancor ini menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat mungkin ada khilaf dan lupa yang pernah disengaja atau tidak pada saat bersama di wilayah ini, termasuk pada acara pertunjukan seni tradisional yang diselenggarakan oleh Dishubkominfo Prov. NTB di halaman kantor Camat Sakra Barat beberapa hari lalu. Beliau mengakhiri masa jabatannya pada hari ini (31/12) dan entah siapa yang akan menduduki jabatan tersebut besok.

Selamat jalan bapak Camat, selamat jalan Bapakku.

( MA )

Happy New Year 2011

 

 

 

Seluruh anggota KM Krens Lombok Timur
Mengucapkan

” Selamat Tahun Baru 2011 “

Semoga tahun baru 2011 kita mendapat prestasi yang lebih gemilang dibanding tahun sebelumnya.

 

Ketua dan Sekretaris Krens Lotim

KM. Krens Lotim

1. Muh. Amin, S. Pd.  ( Ketua )

2. Syaifuddin Zuhri, S. Pd. ( Sekretaris )

3. Burhanuddin, S. Pd. I. ( Bendahara )

4. Bukran, S. Pd. I. ( Anggota )

5. Syahrul Yani, S. Pd. ( Anggota )

6. Sudirman, S. Pd. ( Anggota )

7. Safaruddin, S. Pd. I. ( Anggota )

8. Maskam, S. Ag (Anggota )

9. Nuruddin, S. Pd. ( Anggota )

10. M. Zainurrahman S. Pd. ( Anggota )

 

Renungan  :      HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI BERIKUTNYA, BESOK LEBIH BAIK DARI LUSA, LUSA LEBIH BAIK

DARI HARI    YANG BERIKUTNYA

NONTON BOLA SEBAGAI PEMERSATU MASYARAKAT

Krens Lotim. Sepak Bola tiba-tiba saja menjadi tontonan yang sangat menarik di Indonesia. Kalau sebelumnya

Nonton Bareng Masyarakat Jero Gunung

penduduk Indonesia tidak begitu memayoritas mencintai permainan sepak bola namun tahun ini setelah Timnas Indonesia mununjukkan permainan yang bagus di Fiala AFF, publik merasa terpanggil untuk menonton sepak bola.

Di Lombok Timur semangat masyarakat untuk menonton sepak bola terlihat sangat luar biasa. Nonton bareng pun digelar. Masyarakat merasa sangat rugi apabila tidak dapat menonton bola. Jalan-jalan yang semula ramai tidak begitu terisi ketika jam tayang sepak bola sudah mulai, kota Selong Pancor misalnya terlihat agak sepi baik di komplek pertokoan maupun di jalan-jalan di depan masjid Pancor. Jam tayang sepak bola begitu melekat sehingga waktu mainnya begitu dijaga.

Kota Pancor di malam hari

Bahkan tak tanggung-tanggung sebagian masyarakat menyiapkan desel apabila listrik padam ketika pertandingan sepak bola sudah datang waktunya. Maklum desel sudah banyak dimilki oleh masyarakat khususnya yang memiliki open tembakau. Desel tersebut merupakan rangkaian dari tungku open untuk pembakaran tembakau.

Demam sepak bola juga terlihat di wilayah Lombok bagian Selatan khususnya di Desa Persiapan Jero Gunung Kec. Sakra Barat, masyarakat bahkan mengadakan gelar nonton bareng sehingga idola mereka dapat dielu-elukan dengan banyak teman. Maklum saja setelah banyaknya pemekaran desa, banyak masyarakat yang semula terpisah menjadi bersatu kembali lantaran sepak bola. ( SaifZuhri )

SIM, MERUPAKAN KEHARUSAN DAN KEBUTUHAN

Antrian Para Pembutan SIM di Polres Lotim

Krens Lotim. SIM merupakan salah satu keharusan dan kebutuhan bagi masyarakat. Tanpa SIM setiap pengendara roda empat maupun roda dua tidak akan nyaman di tengah perjalanan, karena para petugas Lantas akan menilang para pelanggar aturan tersebut. Banyak sekali para pengendara sepeda motor khususnya yang ditangkap kepolisian karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi. Hal inilah yang melatarbelakangi sehingga para pengendara begitu antusias menjalani proses pembuatan SIM di Kabupaten Lombok Timur.

Antusias para pembuat SIM di Kantor Polres Kabupaten Lombok Timur terlihat dari sejak 07.00 pagi sampai selesai. Meski terus padat


Tarif Pembuatan SIM

setiap hari namun semangat para pembuat Surat Izin Mengemudi tersebut tidak surut, hal ini disebabkan karena tarif yang murah dan pelayanan yang gesit. Namun meskipun demikian banyak juga yang kecewa disebabkan karena terlalu cepatnya  petugas yang melayani pembuatan SIM menutup pendaftaran. Seperti pantauan yang dilakukan oleh Krens pada tanggal 29 Desember lalu, petugas sudah menutup pendaftaran meskipun baru pukul 10.00 pagi.

Ujian Praktik Pembuatan SIM

Sikap seperti ini memang dilakukan untuk mengantisifasi membludaknya pendaftar sehingga pelayanan bisa dituntaskan dengan seoftimal mungkin. Udin, salah seorang pembuat SIM dari desa Rensing ketika ditanya bagaimana pendapatnya tentang proses pembuatan SIM saat ini, ia menambahkan bahwa ia senang dapat membuat SIM dengan proses yang sangat transparan. Bahkan ia menyebutkan meskipun ada proses ujian tulis dan praktik, ia mengakui menjalaninya dengan relax meskipun ada grogi yang menyertai. ( SaifZuhri)

 

 

HUJAN, NONTON PENTAS SENI TRADISIONAL TETAP ASYIK

Krens. Lotim. Sore hari 25 Desember 2010, suasana sangat cerah di Kecamatan Sakra Barat tempat diadakannya Pentas Seni Tradisinal yang diprakarsai oleh Dishubkominfo Prov. NTB bersama Kampung Media.


Abu Macel, Camat Sakra Barat dan 2 orang personil Krens Lotim sebelum acara dimulai

Mendung agak enggan menaungi bumi meskipun ada sedikit-sedikit yang datang menyenggol. Ramah dan tegur sapa begitu akrab dari panitia dan sebagian anggota masyarakat karena sedikitpun rintik hujan tiada mengganggu. Ditengah obrolan sambil panitia melengkapi segala peralatan, tiba-tiba Abu Macel nyeletuk sambil menunjuk ke atas langit, “ la lihat Pak Ustazt…dateng uah ruen okep tie” Kata Abu Macel menyapa salah seorang personil Krens Lotim. “ Ah….endek kembe-kembe, insya Allah endekne ujan ruen lamun agak anginan jak “ Jawab Pak Epol.

Senja sudah mulai beranjak turun. Malam segera datang menjemput. Di kejauhan azan magrib berkumandang, para personil Krens mengajak panitia untuk segera menjalankan shalat magrib. Ternyata apa yang diperkirakan sebelumnya meleset, rintik-rintik hujan mulai turun, rasa cemas danwas-was mulai mengganggu. Bagaimana tidak jika hujan terus mengguyur semalaman maka acara yang cukup bergengsi ini tidak akan bisa terlaksana dengan


Penonton memadati lokasi acara

baik.Tetapi ternyata akhirnya apa yang ditakutkan terjadi, hujan deraspun turun.

Waktu shalat magrib dan hujan beriringan, para penonton masih mendekam di rumah masing-masing. Dalam hati mereka banyak yang berdo’a dan berharap agar hujan segera reda. Sia-sia tidak dapat menonton acara hiburan gratis. Apalagi malamnya akan disuguhkan dengan ciloqak dangdut, pagelaran wayang, pemutaran film Sape Ampenan Satu Cinta yang dihadiri langsung oleh para pemainnya.

Hujan akhirnya berlalu, perasaan mulai lega. Acara pagelaran seni tradisional akhirnya bisa berlangsung. Satu persatu para penonton keluar dari persembunyiannya. Instrumen musik mulai ditabuh membuat suasana semakin semarak, para tamu undangan tampak sudah banyak yang hadir.

Sutradara dan Pemain Film Sape Ampenan Satu Cinta

Moment yang dianggap juga sebagai acara perpisahan Camat Sakra Barat ini akhirnya benar-benar sangat menghibur meskipun ditengah acara berlangsung hujan pun kembali turun, namun sedikitpun tidak membuat para penonton surut, mereka bahkan rela menanti sampai hujan benar-benar reda. ( SaifZuhri )

 

MENUNGGU HUJAN REDA

Rahmat Sang Tukang Kebun

KM. Krens Lotim. Hujan deras yang mengguyur Sakra Barat dan sekitarnya sejak pukul 12.00 sampai dengan senja hari tidak menyurutkan semnagat masyarakat untuk beraktifitas, tampak para petani yang sedang gundah gulana dengan padinya yang tidak menjanjikan, karena rata-rata kena woreng yang belum diketemukan investisida yang ampuh untuk menghalaunya, disisi lain tampak pula kariyawan dan bapak/Ibu guru yang sangat sibuk merekap nilai yang akan diisi raport, yang rencananya tanggal 23 Desember yang akan datang akan dibagikan ke anak didik mereka. Tidak ketinggalan pula tukang kebun yang asyik membenahi koleksi bunga di taman sekolah tanpa menghiraukan tubuhnya yang mulai menggigil kena hujan deras. Begitulah masyarakat kita sangat rajin dan bersemanagat beraktifitas demi kemaslahatan orang banyak, terutama untuk menapkahi keluarga mereka.

Baca lebih lanjut

PENGUMUMAN CPNS LOMBOK TIMUR

KM. Krens Lotim Semarak penjual koran disana sini diserbu pembeli terutama para pencari kerja khususnya pelamar PNS yang di umumkan pada hari ini (20/12).
Di Lombok Timur pengumumannya di umumkan melalui koran lokal daerah ini. Ada yang sorak – sorai gembira melihat hasil, tapi ada juga yang menangis karena tidak lulus, padahal sudah ada kontrak perjanjian dengan para calo . Suhirman, S. Pd. Dan M. Hasmawadi, S. Pd. Misalnya merasa kecewa pada saat ini karena dirinya tidak tercantum dalam daftar nama yang lulus.
Hal senada juga di ungkapkan pelamar dibidang tenaga kesehatan, Luk luil Maknun, M. Kes. Merasa kecewa ketika namanya tidak keluar dalam daftar nama yang lulus.
Indonesia ingin terbebas dari para koruptor tapi tidak pernah sampai ke akar rumput, sehingga apa yang terjadi dari bawah sampai ke pusat tetap sama seperti dulu. Masih banyak calo – calo PNS yang keliaran yang mengatasnamakan pejabat yang sedang berwenang saat ini dengan tarif antara 45 – 75 jt bahkan ada juga sampai 100 jt.
Akankan kebiasaan buruk seperti ini sampai anak cucu kita nantinya. Mari kita coba terbuka. Jangan hanya terbuka pada mulut saja, tetapi tidak pernah transparan pada semua sektor.
(MA)