Silaturrahim dan saling memaafkan


KM. Krens. Lotim. Wahai saudaraku, sesungguhnya termasuk dari silaturahmi adalah engkau mengampuni kesalahan orang lain, dan menutupi kekeliruan. Tiada akal sehat, keutamaan, dan kecerdasan kecuali engkau menyambung tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan, memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu, memaafkan kepada orang yang berbuat zalim kepadamu, dan bersikap santun kepada yang bodoh terhadapmu. Maka akan semakin bertambah kecerdasan, membesar keutamaan, dan meninggi jiwa ketika engkau berbaik sangka (husnuz zhan) dengan mereka, dan melihat pada kekeliruan mereka dengan pandangan orang yang mulia lagi toleran.

Sesungguhnya memutuskan tali silaturahmi merupakan dosa besar yang Allah  memberikan ancaman kepada pelakunya dengan berbagai siksaan dan hukuman, baik di dunia maupun di akhirat.

Maka orang yang memutuskan tali silaturahmi terputus dari Allah swt, dan siapa yang Allah swt putuskan hubungan dengannya, maka kebaikan apakah yang bisa diharapkannya, dan keburukan apakah yang ia bisa aman darinya, baik di dunia maupun di akhirat selama ia masih memutuskan tali silaturahmi?

Saudaraku yang mulia: apabila hal itu sudah diketahui, maka ketahuilah, sesungguhnya memutuskan hubungan silaturahmi –semoga Allah swt melindungi kita semua- termasuk penyebab terhapusnya hati, butanya mata hati, dan terhalang dari mendapatkan ilmu yang bermanfaat, bahkan terhalang dari mendapat semua kebaikan, kehidupan orang yang memutuskan silaturahmi akan menjadi susah, tidak ada yang menyukai dan menyebutnya, dan apabila ia disebut orang, maka dengan pembicaraan yang buruk dan sifat yang jelek. Dikarenakan memutus silaturahmi termasuk kerusakan di muka bumi, maka  telah memutuskan kepada pelakunya dengan mendapat kutukan danIAllah  hukuman yang segera (di dunia) dan tertunda (di akhirat),

Tahukah engkau, wahai saudaraku yang mulia, tentang kerugian orang yang memutuskan hubungan tali silaturahmi, oleh karena itu janganlah engkau termasuk dari mereka, bahwasanya orang yang memutuskan silaturahmi membawa dirinya untuk tidak dikabulkan doanya. Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud ra pada suatu hari duduk setelah Subuh dalam sebuah halqah, lalu berkata: Aku meminta kepada orang yang memutuskan silaturahmi agar berdiri meninggalkan kami, karena kami ingin berdoa kepada Rabb dan bahwasanya pintu langit akan tertutup dikarenakan oleh orang yang memutuskan silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s