MA BIRRUL WALIDAIN TERIMA PPL STKIP HAMZANWADI SELONG


Lombok Timur- Hari ini tanggal 11 Oktober 2010 MA Birrul Walidain NW Rensing menerima mahasiswa PPL STKIP Hamzanwadi tahun akademik 2010-2011. Jumlah mahasiswa yang dilepas oleh DPL sebanyak 12 orang, masing-masing dari program studi, IPS ( ekonomi, sosiologi, sejarah, geografi ) PBS, dan MIPA. Kedua belas mahasiswa tersebut diterima di ruang kepala sekolah oleh Muhammad Amin, S.Pd. selaku Wakamad Kurikulum. Pada kesempatan itu Pak Amin memberikan pencerahan kepada semua mahasiswa agar pandai-pandai membawa diri agar menjadi panutan bagi siswa. Pendidik yang baik, pendidik yang mampu menjadi contoh bagi anak didiknya.Tidak saja di dalam ruang kelas, akan tetapi juga di luar kelas atau lingkungan masyarakat. Lebih jauh Pak Efol juga menambahkan bahwa setiap orang yang mengenyam pendidikan insya Allah pandai mengajar, tetapi yang kita inginkan seorang pengajar juga menjadi pendidik, pandai mengajar belum tentu pandai mendidik. Anak-anak sekarang hanya cerdas otak tetapi tidak cerdas hati, otak banyak mengendalikan hati, akan tetapi hati tidak mampu mengendalikan otak. Yang terbaik adalah hati nurani anak dibina agar kecerdasan dalam bidang IT ( ilmu dan teknologi ) dan IT ( iman takwa ) berpadu.(SaifZuhri)

One thought on “MA BIRRUL WALIDAIN TERIMA PPL STKIP HAMZANWADI SELONG

  1. Membaca Kreatif Untuk Kreatif Menulis
    Posted on 08.48 comments (11)
    Labels: Menulis, Opini
    Membaca kreatifMasih menyambung artikel saya sebelumnya tentang Tips Menulis, seperti janji saya kemarin di akhir artikel, untuk kali ini akan saya sambung kembali tips cara mudah untuk menulis sebuah artikel. Kalau kemarin pada poin pertama saya sebutkan Membaca Cermat sebagai salah satu poin untuk memudahkan Anda menulis, maka di artikel ini akan saya ulas lagi lebih dalam tentang seberapa penting kah peran membaca buat menulis.

    Anda masih ingat dengan 4 tingkatan membaca? Yang sempat saya ulas sedikit di kolom komentar karena menanggapi komentar dari Mas Anis Fahrunisa JabarView di artikel 5 Tips Mudah Menulis Artikel? Yaitu membaca elementer (membaca tingkat dasar), membaca inspeksional (membaca sekilas/cepat), membaca analitis (membaca pemahaman) dan membaca sintopikal (membaca perbandingan).

    Nah, yang terakhir, yaitu membaca sintopikal itulah yang tersulit. Sulit karena prosesnya kita tidak hanya sekedar membaca biasa tapi sudah dalam taraf pemahaman yang lebih tinggi dan mendalam dengan melakukan perbandingan buku satu dengan banyak buku lainnya dari subyek tertentu.

    Contoh kasus, Mas Yuda Link Sukses di posting artikel Komentar Bunglon menyoroti tentang adanya Blogger Bunglon akibat komentarnya yang tampak seperti Idiot, berusaha ingin terlihat populer dengan bikin ulah meninggalkan comment seenaknya yang tak nyambung dengan artikelnya. Saya bisa simpulkan orang semacam itu kemungkinan besar melewatkan proses membaca dengan pemahaman yang lebih dalam seperti dalam proses membaca analitis apalagi sintopikal. Atau kalau tidak, ya memang tujuannya untuk cari gara-gara.

    Balik lagi ke topik membaca sintopikal. Kalau umumnya orang membaca seperti murid yang sedang belajar kepada guru dengan mengganggap buku sebagai gurunya, maka pada tingkatan membaca sintopikal sebaliknya, Anda lah yang berkuasa. Justru buku yang menjadi murid dan harus melayani Anda.

    Sekali lagi, itulah tingkatan tersulit dalam membaca. Sulit tapi buahnya manis karena proses ini membuat Anda jadi bisa menulis dengan mudah, kritis, analitis dan akhirnya punya sudut pandang dengan perspektif berbeda-beda yang jauh lebih lengkap. Cara inilah yang banyak dilakukan para penulis buku atau penyusun sebuah karangan ilmiah.

    Sekarang akan saya bahas tentang bagaimana Membaca Kreatif yang sangat berkaitan erat dengan menulis. Sebelumnya ingin saya sampaikan, membaca kalau kita klasifikasikan berdasarkan kedalaman pemahaman terhadap teks bacaan atau berdasarkan tingkatannya, cara membaca dibedakan atas membaca literal (reading the lines), membaca kritis (menganalisa bacaan), serta membaca kreatif.

    Apa itu membaca kreatif? Yaitu sebuah proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan baru yang terdapat dalam sebuah bacaan. Kemudian melakukan komparasi perbandingan dengan pengetahuan-pengetahuan yang pernah kita dapatkan sebelumnya.

    Dalam kasus membaca kreatif ini Anda tidak hanya dituntut mengerti dan memahami tapi sudah menganalisa lebih lanjut, memperbanding-bandingkannya, yang akhirnya ini bisa Anda telorkan kembali pengetahuan itu kedalam bentuk sebuah pemahaman baru yang bisa, salah satunya menjadi sebuah tulisan. Mungkin ini rada mirip dengan kasus mengikuti training for the trainer. Yaitu ikut traning untuk menjadi seorang trainer.

    Dengan membaca, kita dapat menerapkan berbagai knowledge baru yang kita peroleh untuk mengembangkan karier Anda, atau bisa meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan masing-masing. Jadi, bermacam-macam manfaat penting dapat dipetik dari proses membaca kreatif, salah satunya untuk menulis.

    Kesimpulannya: Jika ada orang yang bilang tanpa membaca bisa mahir menulis itu adalah omong kosong belaka. Bahkan salah seorang blogger pernah berani terang-terangan berkata demikian: “Berhentilah menjadi blogger kalau Anda tidak suka membaca.” Begitu pernyataan provokatifnya yang pernah saya baca. Dan kalau itu saya hubungkan dengan ulasan tentang membaca kreatif diatas rasanya sulit untuk menyangkal kalau misalnya Anda bukan orang yang gemar membaca tapi bisa mudah untuk menulis apalagi yang sama sekali tanpa membaca.

    Masihkah Anda meragukan pentingnya membaca untuk menulis?

    Catatan:
    Artikel ini salah satu contoh saja dari tulisan yang dihasilkan dari proses membaca kreatif. Materi ini saya sadur dan sarikan dari banyak sumber serta dari pengalaman penulis sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s