” APA SEHARUSNYA YANG KITA PERBUAT DALAM HIDUP ? “


Ada putra seorang dokter yang bernama Victor Frankenstein. Putra seorang dokter yang sangat terkenal. Tatkala ibunya meninggal dunia, ia menjerit, meraung pedih karena pada saat itu ia sedang melangsungkan pertunangannya dengan seorang gadis. Ia menangis sambil menghujat tentang kematian, menghujat tanah yang mau menelan ibunya, menghina kemusnahan dan kehancuran, menghujat apa sebenarnya yang membuat manusia tidak hidup abadi di atas dunia. Bahkan Victor menghina Tuhan karena Tuhan merupakan simbol yang memusnahkan dan mematikan dan menyebabkan alam semesta ini akan lenyap.

Ia berfikir, sebagai ganti dari penderitaannnya selama ini, ia bertekad mengadakan penelitian untuk melawan kematian yang telah ditetapkan Tuhan. Dengan penuh ketelitian dan keseriusan yang sangat cermat, ia mengadakan berbagai penelitian dalam bidang kelistrikan, kedokteran dan biokimia sebagai sasaran untuk mendapatkan kesimpulan “bagaimana bisa menghidupkan orang yang sudah mati ” .

Ia kemudian mengambil mayat-mayat di kuburan dan menjahit bagian-bagian yang hendak disatukan dengan cara biokimia-fisika dan dirangsang dengan gas-gas yang ia buat sendiri. Dan dengan jerih payah ia akhirnya mampu menciptakan satu makhluk yang bernama manusia.

Sesudah jadi ia tertawa sepuas-puasnya, terbahak-bahak mendewakan dirinya, menganggap dirinya yang paling hebat. Menganggap dirinya manusia super yang tak tertandingi.

Upaya itu ia terus lakukan bertahun-tahun, ia menggelutinya dengan sangat tekun samapi-sampai ia tak sadar bahwa janggot, kumis dan rambutnya panjang sepanjang anak sungai. Pada akhirnya ia berharap mampu menciptakan manusia seperti ibunya yang telah meninggal dunia. Tetapi ia lupa bahwa makhluk yang ia ciptakan tidak memiliki kelengkapan syarat-syarat seperti layaknya seorang manusia yang memiliki emosi, psikologis, kemauan dan alat pengendali akal yang spesifik. Akibatnya makhluk yang ia ciptakan menjadi makhluk yang tidak normal, bahkan keadaan fisiknya menjadi sangat mengerikan, ia gagal menyamakan kemampuannya dengan kemampuan Tuhan yang teramat kuasa. Lama kelamaan, makhluk yang ia ciptakan dendam yang teramat sangat kepada siapa yang membuatnya. Ia ternyata menghancurkan Victor dengan seluruh keluarganya. Semua keluarganya mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan.

( Vicctor adalah gambaran manusia yang tidak percaya kepada kemampuan Tuhan Yang Mahaagung dan sangat mendewa-dewakan dirinya dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya, Ia lupa bahwa hidup kita harus kita barengi dengan beriman takwa, beramal baik, sabar dan syukur). ( Saifzuhri )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s